X-Mode Jual Data Pengguna ke Militer AS, Muslim Pro Hentikan Berbagi Data

X-Mode Jual Data Pengguna ke Militer AS, Muslim Pro Hentikan Berbagi Data

JAKARTA –  Muslim Memihak memutuskan menghentikan berbagi data dengan X-Mode, sebuah perusahaan data lokasi, yang telah menjual informasi pengguna aplikasi sholat dan Quran Muslim seluruh dunia kepada militer AS.

Keputusan Muslim Pro tersebut, diambil setelah adanya hasil investigasi Motherboard menemukan Muslim Pro mengirimkan data lokasi ke X-Mode.

“Sehubungan dengan kepercayaan jutaan umat, Muslim Pro segera memutuskan hubungan kami dengan mitra data kami, tercatat dengan X-Mode, yang dimulai 4 minggu lalu, ” ujar Muslim Pro dilansir Vice Motherboard, Selasa (23/11/2020).

Membaca Juga:   Aplikasi Muslim Memihak Banyak Di-Uninstall Usai Diduga Berniaga Data ke Militer AS

Melalui analisis teknis dari berbagai aplikasi Android serta iOS, Motherboard menemukan serangkaian praktik yang mengirimkan data lokasi ke X-Mode, termasuk Muslim Pro dengan mengingatkan pengguna kapan harus sholat dan ke mana arah Mekah dalam kaitannya dengan lokasi pengguna pada saat itu .

Baca Juga: Punya 98 Juta Pengunduh, Data Pengguna Aplikasi Muslim Pro Dijual ke Militer AS

Sebagai bagian dari penyelidikan, Senator Ron Wyden mengatakan kepada Motherboard dalam sebuah pernyataan, bahwa X-Mode mengatakan mereka menjual data kedudukan yang diambil dari telepon GANDAR ke pelanggan militer AS.

Investigasi Motherboard juga menjumpai bahwa Komando Operasi Khusus GANDAR (USSOCOM) telah membeli akses ke data lokasi ponsel melalui Locate X, produk yang ditawarkan sebab sebuah perusahaan bernama Babel Street. Locate X juga menggunakan petunjuk lokasi yang diambil dari aplikasi tersebut.

Aplikasi lain yang ditemukan Motherboard yang mengirim data ke X-Mode antara lain Accupedo, Global Storms dan CPlus for Craigslist.

(amr)